Laman

Kamis, 08 November 2012

Media Pembelajaran Anak Usia Dini (oleh : Utari Nanda Rismi)

BAB 1
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG MASALAH

Perkembangan anak usia dini sangatlah pesat, karena pada masa-masa inilah segala potensi kemampuan anak dapat dikembangkan secara optimal, tentunya dengan bantuan dari orang-orang yang ada di lingkungan anak-anak tersebut, misalnya orang tua dan guru. Penggunaan media merupakan salah satu bantuan yang memiliki peranan penting dalam proses pembelajaran anak usia dini. Karena media memiliki fungsi sebagai alat bantu untuk memperjelas informasi/pesan yang disampaikan oleh pengirim pesan kepada si penerima pesan, yang dalam hal ini guru adalah pengirim pesan dan anak usia dini sebagai penerima pesan.
  

B.     RUMUSAN MASALAH

Dalam menggunakan berbagai macam media dibutuhkan pengetahuan dan pemahaman dari guru maupun orang tua tentang pengertian dan hakekat media derta peran/kedudukan media itu sendiri dalam membelajarkan anak usia dini.
Oleh sebab itu dalam pembuatan makalah ini dapat kami rumuskan sebagai berikut : pengertian media pembelajaran anak usia dini oleh beberapa sumber dan ahli, serta apa peranan/kedudukan media pembelajan dalam membelajarkan anak usia dini khususnya.


C.     BATASAN MASALAH

Dan masalah yang dibahas dalam makalah ini untuk lebih terarah dan tidak terlalu jauh karena materi selanjutnya akan dibahas oleh kelompok lain, maka kelompok 1 membatasi masalahnya sampai pengertian dan peranan/kedudukan media dalam pembelajaran anak usia dini.


A.   Pengertian Media Pembelajaran AUD

Media berasal dari bahasa Latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harfiah memiliki arti antara, perantara,atau pengantar. Media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim pesan kepada penerima pesan. Terkait dengan pembelajaran, media adalah segala sesuatau yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan dari pengirim pesan kepada penerima pesan sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, dan perhatian anak didik untuk tercapainya tujuan pendidikan.

Ada beberapa batasan yanng dikemukakan oleh para ahli tentang pengertian media, diantaranya :
1.   Gagne (1970)
Media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan anak didik yang dapat memotivasi anak didik untuk belajar.
2.  Schramm (1997)
Media pembelajaran merupakan teknologi pembawa informasi yang dapat dimanfaatkan untuk proses belajar mengajar.
3.  Briggs (1970)
Media pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampaikan materi pelajaran.
4.  Gerlach & ely (1971)
Mengatakn bahwa media apabila dipahamisecara garis besar adalah manusia, materi, atau kejadian yang membangun kondisiyang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan  atau sikap.
5.  AECT(association of education and communication thechnology,1997)
Memberikan batasan tentang media sebagai bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyamapikan pesan atau informasi.
6.  Fleming (1987)
Media adalah penyebab atau alat turut campurtengah dalam dua pihakatau mendamaikannya.
7.  Heinich dan kawan-kawan (1982)
Mengemukakan istilah medium sebagai perantara yang mengatur formasi antara sumberdan penerima, jadi televisi, film, foto, radio, rekaman audio, gambar yang diproyeksikan, bahan0bahan cetakan dan sejenisnya adalah medium.
8.  Hamidjojo dalam latuheru (1993)
Media adalah semua bentuk perantara yang digunakan oleh manisa untuk menyampaikan atau menyebarkan ide gagasan, atau pendapat sehingga ide atau pendapat yang dikemukan kan itu sampai kepada merima yang dituju.

Dari berbagai pendapat tentang pengertian media, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pengertian media dalam pembelajaran adalah segala bentuk alat komunikatif yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan/informasi dari sumber kepada anak didik yanng bertujuan agar dapat merangsang pikiran, perasaan, minat dan perhatian anak didik untuk mengikuti kegiatan pembelajaran.


B.   Peran dan Kedudukan Media dalam Pembelajaran

Media selain dapat digunakan untuk mengatarkan pembelajaran seca utuh juga dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan bagian tertentu dari kegiatan pembelajaran, memberikan peguatan maupun motivasi. Kembali kepada arti penting media dalam proses beelajar-mengajar yang dapat mengantarkan kepada tujuan pendidikan, maka berikut ini akan diuraikan berbagai peranan media dalam proses belajar mengajar (Hamalik 1997, Sadiman, 2003).
1.    Memperjelas Penyajian Pesan dan Mengurangi Verbalitas
Sesuai dengan karakteristik dari media, maka penggunaan media dapat membantu manusia mengatasi sedikit banyak keterbatasan indera manusia sehingga pesan yang disampaikan menjadi jelas. Penggunaan media dapat mengurangi verbalitas karena media dapat mendooroong anak untuk aktif berperan serta dalam proses belajar mengajar, sehingga informasi yang diterima oleh anak didik tidak hanya dari guru saja tetapi anak didik juga turut aktif mencari dan mendapatkan informasi pembelajaran tersebut.

2.    Memperdalam Pemahaman Anak Didik terhadap Materi Pelajaran
Dengan penggunaa media dalam belajar akan ada kejelasan informasi/pesan tentang materi pelajaran yang diterima anak didik. Di samping itu, melalui media peran aktif anak didik dapat digerakkan untuk memperoleh pengetahuan tentang materi pelajaran, maka hal itu secara otomatis akan memperdalam pemahaman anak didik.

3.    Memperagakan Pengertian yang Abstrak kepada Pengertian yang Koonkret dan Jelas
Materi pembelajaran sering kali adalah sesuatu yang bersifat abstrak. Hal yang abstrak ini tidak mudah dipahami terutama untuk anak usia dini. Oleh karena itu, media mampu menjadikan sesuatu yang bersifat abstrak dapat dipahami secara konkret dan jelas. Misalnya ketika mengajarkan makna kasih sayang, Tuhan, Malaikat, dll.

4.    Mengatasi Keterbatasan Ruang, Waktu dan Daya Indera Manusia
Manusia memiliki keterbatasan indera untuk bisa memahami tentang seluk beluk lingkungan kehidupannya jika hanya mengandalkan daya inderanya. Ooleh karena itu, manusia membutuhkan bantuan berbagai alat yaitu denagn menggunakan berbagai media. Hal ini sesuai dengan karakteristik media yaitu :
a.       Fixative property
Media mampu menangkap, menyimpan dan merekomendasikan suatu objek atau peristiwa yang telah terjadi di masa lampau. Misalnya footo/kamera, film, video, film bingkai, dll.
b.      Manipulative property
Media dapat mengubah objek, waktu dan peristiwa menjadi 3 hal: close up (objek yag terlalu kecil terlihat lebih besar:luv, mikroskop,dll), time lapsel high-speed photography (gerak yang terlalu lambat dapat lebih cepat:kamera), dan slow motion (gerak yang terlalu cepat dapat diperlambat:kamera), oobjek yang terlalu besar dapat diperkecil dengan miniatur, gambar, maket,dll
c.       Distributuve property
Media dapat menyajikan suatu peristiwa dalam radius yang luas seperti gunung berapi, iklim,dll sehingga divisualisasikan dalam bentuk film, dll.

5.    Penggunaan Media Pembelajaran yang Tepat akan Dapat Mengatasi Sikap Pasif Anak Didik
Dengan penggunaan media, anak diberi kesempatan untuk bereksperimen, dan bereksplorasi secara luas terhadap media tersebut. Dalam hal ini media pembelajaran berguna untuk :
a.       Menimbulkan kegairahan belajar
b.      Memungkinkan interaksi yang lebih langsung antara anak didik dengan lingkungan dan kenyataan.
c.       Memungkinkan anak didik belajar sendiri-sendiri menurut kemampuan dan minatnya.

6.    Mengatasi Sifat Unik pada Setiap Anak Didik yang Diakibatkan oleh Lingkungan yang Berbeda
Setiap anak didik berasal dari lingkungan keluarga yang memiliki budaya, agama, tingkat pendidikan, dan sosial ekonomi yang berbeda-beda. Oleh karena itu, setiap anak didik memiliki keunika tersendiri dan berpengaruh terhadap proses belajar-mengajar. Dalam hal ini guru dituntuk untuk mengguakan media yang sesuai dengan para anak didiknya. Misalnya guru menggunakan variasi media utuk mengatasi perbedaan gaya belajar para anak didiknya, sehingga media tersebut akan:
a.       Memberikan perangsang yang sama;
b.      Mempersamakan pengalaman;
c.       Menimbulkan persepsi yang sama.

7.    Media Mampu Memberikan Variasi dalam Proses Belajar Mengajar
Dengan menggunakan media yang bervariasi, maka suasana pembelajaranpun akan bervariasi dan menarik bagi anak. Hal ini dikarenakan setiap media memiliki karakteristik yang memungkinkan kegiatan pembelajaran dapat dilakukan dalam berbagai cara dan metode.

8.    Memberi Kesempatan pada Anak Didik untuk Mereview Pelajaran yang Diberikan
Dalam proses belajar-mengajar mungkin saja ada beberapa informasi yang terlewat oleh anak. Dengan melihat kembali media yang digunakan oleh guru dalam menerangkan, anak dapat merevisi kembali informasi pelajaran yang pernah diterimanya tersebut.

9.    Memperlancar Pelaksanaan Kegiatan Belajar-Mengajar dan Mempermudah Tugas Para Guru
Dengan penggunaan media yang tepat, maka pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar akan lebih efektif dan efisien.

Dapat dikatakan bahwa salah satu fungsi utama media pembelajaran adalah sebagai alat bantu mengajar. Menurut Hamalik (1986) pemakaian media dalam proses pembelajaran dapat meningkatkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan juga berpengaruh pada psikologis siswa.
- Levie & Lentz (1982) mengemukakan fungsi media pembelajaran sebagai berikut
a)      Fungsi atensi yaitu menarik dan mengarahkan perhatian siswa pada isi pelajaran dibantu dengan media gambar sehingga memiliki kemungkinan mengingat isi pelajaran lebih besar.
b)      Fungsi afektif yaitu muncul ketika belajar dengan teks yang bergambar, sehingga dapat menggugah emosi dan sikap siswa.
c)      Fungsi kognitif yaitu mengungkapkan gambar memperlancar pencapaian tujuan memahami dan mengingat informasi yang terkandung.
d)     Fungsi kompensatoris yaitu berfungsi mengakomodasikan siswa yang lemah dan lambat menarima dan memahami isi pelajaran yang disajikan dengan teks.

- Menurut Kemp & Dayton (1985:28) fungsi media pembelajaran meliputi :
a)      Memotivasi minat atau tindakan
b)      Menyajikan informasi
c)      Memberi instruksi
Untuk memahami peranan media dalam proses mendapatkan pengalaman belajar bagi siswa,  Edgar Dale melukiskannya dalam sebuah kerucut yang kemudian dinamakan Kerucut Pengalaman Edgar Dale (Edgar Dale cone of experience).
 
Kerucut pengalaman ini dianut secara luas untuk menentukan alat bantu atau media apa yang sesuai agar siswa memperoleh pengalaman belajar secara mudah. Kerucut pengalaman yang dikemukakan oleh Edgar Dale itu memberikan gambaran bahwa pengalaman belajar yang diperoleh siswa dapat melalui prosesperbuatan atau mengalami sendiri apa yang dipelajari, proses mengamati, dan mendengarkan melalui media tertentu dan proses mendengarkan melalui bahasa.
Semakin konkret siswa mempelajari bahan pengajaran, contohnya melalui pengalaman langsung, maka semakin banyaklah pengalaman yang diperolehnya. Sebaliknya semakin abstrak siswa memperoleh pengalaman, contohnya hanya mengandalkan bahasa verbal, maka semakin sedikit pengalaman yang akan diperoleh siswa. (Wina Sanjaya, 2008:165)
Berdasarkan atas beberapa fungsi media pembelajaran yang dikemukakan oleh para ahli, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media dalam kegiatan belajar mengajar memiliki pengaruh yang besar terhadap alat-alat indera. Penggunaan media akan lebih menjamin terjadinya pemahaman dan retensi yang lebih baik terhadap isi pelajaran. Media pembelajaran juga mampu membangkitkan dan membawa pebelajar ke dalam suasana rasa senang dan gembira, di mana ada keterlibatan emosianal dan mental. Tentu hal ini berpengaruh terhadap semangat mereka belajar dan kondisi pembelajaran yang lebih “hidup”, yang nantinya bermuara kepada peningkatan pemahaman pebelajar terhadap materi ajar. Jadi, sasaran akhir penggunaan media adalah untuk memudahkan belajar, bukan kemudahan mengajar (Degeng, 2001).











BAB III
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
Media berasal dari bahasa Latin yang mempunyai makna perantara, pengantar, antar. Makna tersebut dapat dimengerti sebagai alat komunikasi yang digunakan untuk membawa suatu informasi yanng berasal dari seuatu sumber pesan kepada penerima pesan.
Dari berbagai pendapat tentang pengertian media, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pengertian media dalam pembelajaran adalah segala bentuk alat komunikatif yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan/informasi dari sumber kepada anak didik yanng bertujuan agar dapat merangsang pikiran, perasaan, minat dan perhatian anak didik untuk mengikuti kegiatan pembelajaran.
Media memiliki peran dalam proses belajar-mengajar, yaitu:
1.      Memperjelas penyajian pesan dan mengurangi verbalitas.
2.      Memperdalam pemahaman anak didik terhadap materi pelajaran;
3.      Memperagakan pengertian yang abstrak kepada pengertian yang koonkret dan jelas;
4.      Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera manusia;
5.      Penggunaan media pembelajaran yang tepat akan mengurangi sikap pasif anak didik.
6.      Mengatasi sifat unik pada setiap anak didik yang diakibatkan oleh lingkungan yang berbeda;
7.      Media mampu memberikan variasi dalam belajar-mengajar
8.      dll

B.     SARAN
Dalam penulisan makalah ini kelompok satu menyadari banyak terdapat kekurangan dan ketidak sempurnaan dalam berbagai aspek. Untuk itu kami memohonkan kritikan dan saran agar menjadi acuan atau pedoman dalam penulisan makalah di masa yang akan datang. Atas saran yang membangun kami haturkan terima kasih banyak.

DAFTAR PUSTAKA
http//wordpress.com
http//kompasiana.com
http//epkunt.wordpress.com
Bahan Ajar “Belajar dan Pembelajaran” oleh tim penyusun FIP Universitas Negeri Padang 2011.
Sadiman,Arief,dkk.2003.Media Pendidikan Pengertian, Pengembangan dan Pemanfaatannya.Jakarta.USAID
Tim Penyusun.2004.Bahan Ajar Belajar Pembelajaran.UNP
Degeng, N. S. 2001. Media Pembelajaran. Dalam kumpulan makalah PEKERTI (Pengembangan Keterampilan Instruntur) untuk Quatum Teaching. Karya tidak diterbitkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar